2012-11-14

Seperti Mahmud Ahmadinejad Pemimpin Yang Dibutuhkan Indonesia

Mahmud  Ahmadinejad atau bisa dibaca Ahmadinezhad adalah Presiden Iran  yang  keenam dan memperoleh 61.91% suara pemilih pada pilpres Iran  tanggal 24  Juni 2005. Jabatan kepresidenannya dimulai pada 3 Agustus  2005. Ia  pernah menjabat walikota Teheran dari 3 Mei 2003 hingga 28 Juni  2005  waktu ia terpilih sebagai presiden. Ia dikenal secara luas sebagai   seorang tokoh konservatif yang sangat loyal terhadap nilai-nilai   Revolusi Islam Iran, 1979.

Biografi

Lahir di daerah desa  pertanian Aradan, dekat Garmsar, sekitar 120  kilometer arah tenggara  Teheran pada pada 28 Oktober 1956. Dia merupakan  anak keempat dari  tujuh bersaudara, berasal dari keluarga Syiah. Orang  tuanya,seorang  Tukang Besi, Ahmad Saborjihan, memberi nama Mahmud  Saborjihan saat  lahir. Dia menggunakan nama tersebut hingga sebuah  keputusan besar  mendorong keluarganya untuk hijrah ke Teheran pada paruh  kedua tahun  1950-an.

Di Teheran, ayahnya merubah namanya menjadi Mahmud  Ahmadinejad sebagai  isyarat religiusitas dan semangat mencari kehidupan  yang lebih baik,  karena Saborjihan dalam bahasa Parsi berarti pelukis  karpet, pekerjaan  yang jamak dilakukan di sentra karpet seperti Aradan,  sedangkan  Ahmadinejad berarti ras yang unggul, bijak dan paripurna.

Dia  lulus dari Universitas Sains dan Teknologi Iran (IUST) dengan gelar   doktor dalam bidang teknik dan perencanaan lalu lintas dan transportasi.
Pada  tahun 1980, dia adalah ketua perwakilan IUST untuk perkumpulan   mahasiswa, dan terlibat dalam pendirian Kantor untuk Pereratan Persatuan   (daftar-e tahkim-e vahdat), organisasi mahasiswa yang berada di balik   perebutan Kedubes Amerika Serikat yang mengakibatkan terjadinya krisis   sandera Iran.

Pada masa Perang Iran-Irak, Ahmedinejad bergabung  dengan Korps Pengawal  Revolusi Islam pada tahun 1986. Dia terlibat  dalam misi-misi di Kirkuk,  Irak. Dia kemudian menjadi insinyur kepala  pasukan keenam Korps dan  kepala staf Korps di sebelah barat Iran.  Setelah perang, dia bertugas  sebagai wakil gubernur dan gubernur Maku  dan Khoy, Penasehat Menteri  Kebudayaan dan Ajaran Islam, dan gubernur  provinsi Ardabil dari 1993  hingga Oktober 1997.

Kesederhanaan

Ahmadinejad  merupakan pemimpin yang sangat sederhana. Pernah suatu  ketika ia  diwawancarai TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya. “Saat anda  melihat  di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?”  Ia  menjawab “Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:   “Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan   tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran”. Sungguh   pemimpin yang sangat rendah hati.

Saat pertama kali menduduki  kantor kepresidenan, Ia menyumbangkan  seluruh karpet Istana Iran yang  sangat tinggi nilainya itu kepada  masjid2 di Teheran dan  menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah  dibersihkan.

Mahmoud  Ahmadinejad mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk   menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup   ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan   ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat   impresive.

Di banyak kesempatan Mahmoud Ahmadinejad bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.

Di  bawah kepemimpinan Mahmoud Ahmadinejad, saat ia meminta   menteri-menterinya untuk datang kepadanya dan menteri-menteri tersebut   akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan   arahan-arahan darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para   menteri-menterinya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa   rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada   saat menteri-menteri tersebut berakhir masa jabatannya dapat   meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.

Langkah pertama  Mahmoud Ahmadinejad adalah ia mengumumkan kekayaan dan  propertinya yang  terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah  sederhana warisan  ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di  Teheran. Rekening  banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk  adalah uang gaji  bulanannya. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas  hanya senilai  US$ 250.00.

Sebagai tambahan informasi, Presiden Iran Mahmoud  Ahmadinejad masih  tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimiliki  seorang presiden dari  negara yang penting baik secara strategis,  ekonomis, politis, belum lagi  secara minyak dan pertahanan, Mahmoud  Ahmadinejad. Bahkan ia tidak  mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa  semua kesejahteraan adalah  milik negara dan ia bertugas untuk  menjaganya.

Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah  tas yg selalu  dibawa Presiden Mahmoud Ahmadinejad tiap hari selalu  berisikan sarapan;  roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan  memakannya dengan  gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan  makanan yang  dikhususkan untuk presiden.

Hal lain yang diubahnya  adalah kebijakan tentang Pesawat Terbang  Kepresidenan, Mahmoud  Ahmadinejad mengubahnya menjadi pesawat kargo  sehingga dapat menghemat  pajak masyarakat sedangkan untuk dirinya, ia  meminta terbang dengan  pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

Mahmoud Ahmadinejad  kerap mengadakan rapat dengan menteri-menterinya  untuk mendapatkan info  tentang kegiatan dan efisiensi yang sudah  dilakukan, dan ia memotong  protokoler istana sehingga menteri-menterinya  dapat masuk langsung ke  ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga  menghentikan kebiasaan upacara  seperti karpet merah, sesi foto, atau  publikasi pribadi, atau hal-hal  seperti itu saat mengunjungi berbagai  tempat di negaranya....      
 
Commonwealth Life Perusahaan Asuransi Jiwa Terbaik Indonesia